ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH ...

Daftar Isi My Blog

2.1.14

KHUTBAH JUMAT: KEKUATAN DOA



KEKUATAN DOA
Oleh: Sonin


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
 فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Alhamdulillah, kita bersyukur ke khadirat Allah SWT. yang mana atas rahmat dan izin-Nya jualah, sehingga dapatlah pada hari ini, kembali kita bersama-sama berhimpun di majelis Jum’at yang mulia ini, guna melaksanakan serangkaian ibadah Jum’at di masjid yang suci dan mulia ini.

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Seorang Arab dusun datang menghadap Rasulullah SAW. Ia bertanya tentang Tuhan. Pertanyaannya, “Muhammad, Tuhan itu jauh atau dekat? Apabila Tuhan itu jauh, maka akan saya panggil Dia dengan suara keras! Tetapi, apabila Tuhan itu dekat, maka akan saya panggil Dia dengan suara pelan saja”.
Mendengar pertanyaan ini, kaum Muslimin sekalian, Rasulullah SAW. Tidak langsung memberikan jawaban. Kenapa? Karena apabila dijawab oleh Rasulullah bahwa Tuhan itu dekat, maka tentu seorang Arab dusun ini akan balik bertanya dan memberikan sanggahan, “Kok, tidak kelihatan” katanya. Atau apabila dijawab oleh Rasulullah bahwa Tuhan itu jauh, barangkali lantaran jauh ini, ada suatu kecenderungan dari seorang Arab dusun ini untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum agama, karena memang taraf berpikir atau tingkat intelektualitas seorang Arab dusun ini dibilang sangat rendah, sehingga tidak mampu menangkap atau memahami apa yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW. jika sekiranya beliau memberikan jawaban.

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Terhadap peristiwa ini, dialog antara seorang Arab dusun dengan Rasulullah SAW. ternyata Allah tidak tinggal diam. Allah SWT. tidak tega membiarkan Rasul- Nya dalam keadaan ragu, dalam keadaan bimbang. Sehingga Dia sendirilah yang memberikan jawaban atas pertanyaan seorang Arab dusun ini, yang jawaban tersebut sampai hari ini masih tersimpan rapi di dalam Al-Qur’anul kariem pada Surah Al- Baqarah ayat 186, yang berbunyi:
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ ÇÊÑÏÈ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran".

Bahkan di dalam sebuah hadits riwayat imam Bukhari disebutkan :
“Jika seorang hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan  mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari”.

Hadirin, Kaum Muslimin Rahimakumullah.
Dari jawaban ini, jawaban atas pertanyaan seorang Arab dusun terhadap Rasulullah SAW. yang kemudian dijawab oleh Allah melalui firman-Nya, dan diperkuat oleh hadits Rasulullah SAW. nampak-nya terdapat suatu anjuran yang nadanya menantang kita, agar kita selalu memohon dan memohon kepada Allah SWT. dalam bentuk doa.

Allah memang Maha Tahu apa yang digetarkan oleh batin kita. Allah yang digetarkan oleh batin kita. Allah Maha Tahu apa yang kita inginkan, apa yang kita hajatkan, namun Allah minta agar semua yang digetarkan oleh batin kita, semua yang kita inginkan, yang kita hajatkan tersebut kita ungkapkan dalam bentuk doa.
Janganlah ada terlintas dalam pikiran kita perasaan malu untuk berdoa kepada Allah SWT. Tidak perlu malu. Karena Allah justeru sangat suka kepada hamba-Nya yang suka dan banyak berdoa, dan Allah malah tidak suka kepada hamba-Nya yang malas berdoa.

ادعوني استجب لكم
“Mintalah kepada-Ku, mintalah kepada-Ku, kata Allah, niscaya akan Aku penuhi permintaanmu”.

Maha Tahu apa yang kita inginkan, apa yang kita hajatkan, namun Allah minta agar semua yang digetarkan oleh batin kita, semua yang kita inginkan, yang kita hajatkan tersebut kita ungkapkan dalam bentuk doa.

Berdoa merupakan bagian terpenting dalam ajaran Islam, sehingga dalam bentuk-bentuk kegiatan ritual keagamaan kedudukan dan fungsi doa menempati urutan yang teratas, bahkan dinyatakan:

الدعاءهوالعبادة  :   “Doa itulah ibadah”.

الدعاء مخ‎‎ العبادة  : " “Doa itu otaknya ibadah”.
Mengingat betapa pentingnya doa tersebut, maka setiap bentuk-bentuk ibadah dalam Islam selalu terdapat di dalamnya unsur doa. Seperti shalat umpamanya, banyak sekali di dalamnya unsur doa. Demikian juga dengan bentuk-bentuk ibadah lainnya, seperti puasa, zakat, haji dan bahkan setiap aktivitas kehidupan kita sehari-hari, dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita senantiasa dituntun dengan doa demi doa.

Muslimin Rahimakumullah.
Rasulullah SAW. walaupun beliau berpredikat sebagai rasul pilihan yang senantiasa mendapat ma’unnah, pertolongan Allah dan dilengkapi dengan berbagai mu’jizat atau keistimewaan yang luar biasa disamping adanya jaminan dari Allah SWT. bahwa beliau terhindar dari dosa dan kesalahan, namun ternyata kehidupan beliau senantiasa dihiasi oleh doa demi doa, permohonan demi permohonan kepada Allah SWT. Apatah lagi seperti kita yang banyak memiliki kedhaifan. Kita sering berbuat dosa dan kesalahan. Maka sudah sepantasnyalah apabila kita senantiasa memperbanyak doa dan permohonan kita kepada Allah SWT. Apalagi di dalam kehidupan yang serba modern dan konfleks ini, maka kehadiran doa berikut fungsinya, benar-benar membantu dalam kehidupan kita.

Dengan banyak berdoa, dalam artian menyadari sepenuhnya akan kelemahan diri dan ketidakberdayaan di hadapan Allah SWT. sembari mengharapkan pertolongan-Nya, insyaAllah pikiran kita akan menjadi tenang, jiwa kita akan menjadi tenteram, yang pada gilirannya nanti insyaAllah segala problema hidup dan kehidupan yang kita alami dapat kita atasi dengan baik, karena kita yakin akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Karena kita yakin akan keMaharahmanan dan ke-Maharahiman Allah SWT. Dan kita yakin pula bahwa bagaimanapun rumitnya suatu masalah, pasti terdapat jalan keluarnya.
Tak ada persoalan hidup dan kehidupan yang tak dapat diatasi. Bukankah pepatah telah mengatakan, Banyak jalan menujuRoma. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Ingatlah bahwa berdoa adalah dalam rangka menjalankan perintah Allah, karena Dialah yang memerintahkan kita untuk berdoa. Orang yang angkuh dan sombong sajalah yang tak mau berdoa.
`Segala usaha dan aktivitas yang dilakukan tanpa berdoa, maka usaha dan aktivitasnya akan menjadi rapuh. Sebaliknya, berdoa saja tanpa berusaha, ibarat roh tanpa jasad.
Oleh karena itu, berusahalah dan berdoalah, Ora et Labora. Ketahuilah, doa sesungguhnya mempunyai kekuatan dan keajaiban tersendiri yang bersifat abstrak, dan pada saat-saat tertentu, doa dapat berperan lebih jauh dan lebih besar dari amalan-amalan yang nyata.

Akhirnya, marilah kita tingkatkan munajat kita kepada Allah SWT. Dan seiring dengan itu kita tingkatkan pula kegiatan-kegiatan ibadah kepada Allah, kegiatan-kegiatan amal shaleh, sehingga apa yang kita harapkan, apa yang kita inginkan dan apa yang menjadi doa dan permohonan kita, kiranya dapat diijabah oleh Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘alamin.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

12.7.13

KHUTBAH PUASA

PERBUATAN YANG DISUNNAHKAN RASULULLAH DALAM PUASA

Oleh: Sonin
  

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
 فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.


Hadirin Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib mengingatkan terutama kepada diri saya pribadi dan juga kepada jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah, dengan sebenar-benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang Allah Swt. Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang mana pada tahun Allah telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan, dan juga kita bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang lain terutama nikmat iman dan Islam sehingga pada hari ini kita bisa berkumpul di masjid ini untuk beribadah Shalat Jumat..
Selanjutnya khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa memanjatkan sholawat dan salam-sejahtera kepada teladan kita bersama… imamul muttaqin (pemimpin orang-orang bertaqwa) dan qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya nabiyullah Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rohimakumullah
Kini kita sudah memasuki hari ketiga bulan Ramadhan tahun 1434 H yang selama ini kita nanti-nantikan. Ini tanda Allah masih sayang kepada hamba-hambanya dengan memberi sekali lagi peluang untuk kita bertemu dengan bulan yang penuh keberkatan ini. Berpuasa adalah aktiviti terpenting dalam bulan ini. Persoalannya bagaimana tips-tips yang diajar oleh Rasulullah s.a.w untuk puasa kita dinilai tinggi oleh Allah? Mari kita telusuri satu persatu.

Pertama, Dianjurkan Rasulullah s.a.w untuk Bersahur

Rasulullah menganjurkan kita untuk bersahur sebelum aktivitas menahan diri dari makan dan minum di siang harinya.

Berdasarkan hadists Nabi SAW.

Yang Artinya: “Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw, lalu kami berdiri untuk melakukan salat. Saya bertanya: “Berapa kira-kira jarak (waktu) antara keduanya (makan sahur dengan fajar)” Nabi menjawab: “Lima puluh ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Diperkirakan membaca Al Qur’an sebanyak lima puluh ayat yang tidak terlalu panjang atau pendek, lebih kurang sepuluh menit. Dan waktu ini disebut dengan fajar kizib atau waktu imsak (menahan), namun formalnya masih bisa bersahur sampai azan Subuh. Yakni hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. (Lihat Q.S. Al Baqorah: 187). Jadi dimaksudkan dengan waktu imsak itu, bertujuan agar kita mulai mempersiapkan diri untuk menjaga dari hal-hal yang dapat merusak puasa.

Mengingat pentinnya bersahur ini, maka paling sedikit minum air seteguk. Hadits dari Umar ra., Nabi Saw bersabda: “Bersahurlah kamu, walaupun dengan seteguk air.” (HR. Ibnu Hibban)

Kemudian Hadits dari Anas Bin Malik r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Bersahurlah kerana pada sahur itu terdapat keberkahan (HR: al-Bukhari dan Muslim)

Kedua, Rasulullah menganjurkan untuk Menyegerakan Berbuka 

Tidak melewat-lewatkan berbuka puasa adalah salah satu tips berpuasa yang di ajar oleh Rasulullah. Ini kerana, perbuatan itu sangat mendatangkan kebaikan untuk mereka yang menahan diri dari makan dan minum. 

Rasulullah s.a.w di dalam hadithnya menerangkan kepada kita sebagaimana yang dilaporkan oleh al-Bukhari & Muslim: 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  " لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ "

Dari Sahl bin Sa’ad, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Manusia itu akan terus berada dalam kebaikan selagi mana dia menyegerakan berbuka puasa. (HR. Bukhori dan Muslim)
Perbuatan melambat-lambatkan berbuka puasa adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah s.a.w. Akan tetapi di masayarakat kita tidak sedikit yang ketika masuknya waktu solat maghrib (waktu untuk berbuka puasa), mereka masih berada di bazar-bazar ramadhan dan Penjual juga masih melayani pelanggan tanpa istirahat walaupun azan maghrib telah berkumandang.
            Persiapan seharusnya dilakukan dengan segera agar seruan Rasulullah s.a.w untuk kebaikan umatnya dapat diamalkan sebaiknya. Rasulullah telah bersabda di dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Musannaf Abdul Razzak dalam kitab syarah sahih al-Bukhari ‘Amr Bin Maimun r.a berkata: 

وقال عمرو بن ميمون الأودي رحمه الله : " كان أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم أسرع الناس إفطارا ًوأبطأهم سحوراً "

Sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w adalah manusia yang paling cepat (ketika) berbuka puasa dan yang paling mengakhirkan (ketika) bersahur.

Ketiga, Dianjurkan oleh Rasulullah Berbuka dengan Kurma 

Selanjutnya Rasulullah Saw mengajarkan agar kita berbuka dengan korma atau air putih, dalam hadits yang disampaikan oleh Salman bin Amir, Nabi SAW bersabda:

            “Apabila salah seorang kamu berbuka hendaklah ia berbuka dengan korma. Karena padanya terdapat keberkahan. Maka apabila tidak ada korma, hendaklah dengan air, karena air itu suci (HR. Ahmad dan Tarmizi)
            Seandainya sulit untuk mendapatkan korma, maka sebagai penggantinya adalah makanan yang manis, segar tidak dimasak dengan api, seperti buah pisang, anggur, apel dan lain sebagainya. Ini berdasarkan hadits dari Anas, bahwa Nabi SAW bersabda:
            “ Bahwasanya Rasullullah Saw, suka berbuka dengan tiga biji kurma, atau sesuatu yang tidak dimasak dengan dengan Api.” (HR. Abu Ya’la)
            Menurut sebagian peneliti, berbuka dengan makanan yang mengandung zat gula alamiyah (kemungkinan kecil ada efek sampinya) seperti buah kurma dan buah-buahan lain yang manis, segar seperti pisang, apel, anggur dan lain sebagainya. Akan cepat memulihkan kesegaran tubuh, karena zat gula tersebut paling cepat dicernakan dan langsung diserap oleh pembuluh darah untuk diedarkan keseluruh tubuh. Sedangkan air dingin (air putih) yang diminum, langsung ke perut sebelum masuk makanan lain, gunanya untuk membasahi dinding perut, sehingga memudahkan perut mencerna makanan yang lain, kebetulan  selama satu hari perut tersebut istirahat tidak menerima makanan dari luar.
            Penjelasan di atas merupakan sunnah Rasulullah s.a.w. Akan tetapi di masyarakat kita tidak sedikit meninggalkan sunnah ini. Mereka menyegerakan berbuka puasa dengan makanan yang  paling menarik menurut hatinya, serta makan dan minum sehingga kekenyangan lalu melewatkan sholat maghrib. Padahal Rasulullah makan dengan beberapa biji kurma, kemudian bersolat. Apabila Rasulullah s.a.w terasa lapar, Rasulullah s.a.w makan setelah melakkan shalat maghrib.

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net