Daftar Isi My Blog

12.7.13

KHUTBAH PUASA

PERBUATAN YANG DISUNNAHKAN RASULULLAH DALAM PUASA

Oleh: Sonin
  

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛
 فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.


Hadirin Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib mengingatkan terutama kepada diri saya pribadi dan juga kepada jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah, dengan sebenar-benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang Allah Swt. Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang mana pada tahun Allah telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan, dan juga kita bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang lain terutama nikmat iman dan Islam sehingga pada hari ini kita bisa berkumpul di masjid ini untuk beribadah Shalat Jumat..
Selanjutnya khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa memanjatkan sholawat dan salam-sejahtera kepada teladan kita bersama… imamul muttaqin (pemimpin orang-orang bertaqwa) dan qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya nabiyullah Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rohimakumullah
Kini kita sudah memasuki hari ketiga bulan Ramadhan tahun 1434 H yang selama ini kita nanti-nantikan. Ini tanda Allah masih sayang kepada hamba-hambanya dengan memberi sekali lagi peluang untuk kita bertemu dengan bulan yang penuh keberkatan ini. Berpuasa adalah aktiviti terpenting dalam bulan ini. Persoalannya bagaimana tips-tips yang diajar oleh Rasulullah s.a.w untuk puasa kita dinilai tinggi oleh Allah? Mari kita telusuri satu persatu.

Pertama, Dianjurkan Rasulullah s.a.w untuk Bersahur

Rasulullah menganjurkan kita untuk bersahur sebelum aktivitas menahan diri dari makan dan minum di siang harinya.

Berdasarkan hadists Nabi SAW.

Yang Artinya: “Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw, lalu kami berdiri untuk melakukan salat. Saya bertanya: “Berapa kira-kira jarak (waktu) antara keduanya (makan sahur dengan fajar)” Nabi menjawab: “Lima puluh ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Diperkirakan membaca Al Qur’an sebanyak lima puluh ayat yang tidak terlalu panjang atau pendek, lebih kurang sepuluh menit. Dan waktu ini disebut dengan fajar kizib atau waktu imsak (menahan), namun formalnya masih bisa bersahur sampai azan Subuh. Yakni hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. (Lihat Q.S. Al Baqorah: 187). Jadi dimaksudkan dengan waktu imsak itu, bertujuan agar kita mulai mempersiapkan diri untuk menjaga dari hal-hal yang dapat merusak puasa.

Mengingat pentinnya bersahur ini, maka paling sedikit minum air seteguk. Hadits dari Umar ra., Nabi Saw bersabda: “Bersahurlah kamu, walaupun dengan seteguk air.” (HR. Ibnu Hibban)

Kemudian Hadits dari Anas Bin Malik r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Bersahurlah kerana pada sahur itu terdapat keberkahan (HR: al-Bukhari dan Muslim)

Kedua, Rasulullah menganjurkan untuk Menyegerakan Berbuka 

Tidak melewat-lewatkan berbuka puasa adalah salah satu tips berpuasa yang di ajar oleh Rasulullah. Ini kerana, perbuatan itu sangat mendatangkan kebaikan untuk mereka yang menahan diri dari makan dan minum. 

Rasulullah s.a.w di dalam hadithnya menerangkan kepada kita sebagaimana yang dilaporkan oleh al-Bukhari & Muslim: 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  " لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ "

Dari Sahl bin Sa’ad, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Manusia itu akan terus berada dalam kebaikan selagi mana dia menyegerakan berbuka puasa. (HR. Bukhori dan Muslim)
Perbuatan melambat-lambatkan berbuka puasa adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah s.a.w. Akan tetapi di masayarakat kita tidak sedikit yang ketika masuknya waktu solat maghrib (waktu untuk berbuka puasa), mereka masih berada di bazar-bazar ramadhan dan Penjual juga masih melayani pelanggan tanpa istirahat walaupun azan maghrib telah berkumandang.
            Persiapan seharusnya dilakukan dengan segera agar seruan Rasulullah s.a.w untuk kebaikan umatnya dapat diamalkan sebaiknya. Rasulullah telah bersabda di dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Musannaf Abdul Razzak dalam kitab syarah sahih al-Bukhari ‘Amr Bin Maimun r.a berkata: 

وقال عمرو بن ميمون الأودي رحمه الله : " كان أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم أسرع الناس إفطارا ًوأبطأهم سحوراً "

Sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w adalah manusia yang paling cepat (ketika) berbuka puasa dan yang paling mengakhirkan (ketika) bersahur.

Ketiga, Dianjurkan oleh Rasulullah Berbuka dengan Kurma 

Selanjutnya Rasulullah Saw mengajarkan agar kita berbuka dengan korma atau air putih, dalam hadits yang disampaikan oleh Salman bin Amir, Nabi SAW bersabda:

            “Apabila salah seorang kamu berbuka hendaklah ia berbuka dengan korma. Karena padanya terdapat keberkahan. Maka apabila tidak ada korma, hendaklah dengan air, karena air itu suci (HR. Ahmad dan Tarmizi)
            Seandainya sulit untuk mendapatkan korma, maka sebagai penggantinya adalah makanan yang manis, segar tidak dimasak dengan api, seperti buah pisang, anggur, apel dan lain sebagainya. Ini berdasarkan hadits dari Anas, bahwa Nabi SAW bersabda:
            “ Bahwasanya Rasullullah Saw, suka berbuka dengan tiga biji kurma, atau sesuatu yang tidak dimasak dengan dengan Api.” (HR. Abu Ya’la)
            Menurut sebagian peneliti, berbuka dengan makanan yang mengandung zat gula alamiyah (kemungkinan kecil ada efek sampinya) seperti buah kurma dan buah-buahan lain yang manis, segar seperti pisang, apel, anggur dan lain sebagainya. Akan cepat memulihkan kesegaran tubuh, karena zat gula tersebut paling cepat dicernakan dan langsung diserap oleh pembuluh darah untuk diedarkan keseluruh tubuh. Sedangkan air dingin (air putih) yang diminum, langsung ke perut sebelum masuk makanan lain, gunanya untuk membasahi dinding perut, sehingga memudahkan perut mencerna makanan yang lain, kebetulan  selama satu hari perut tersebut istirahat tidak menerima makanan dari luar.
            Penjelasan di atas merupakan sunnah Rasulullah s.a.w. Akan tetapi di masyarakat kita tidak sedikit meninggalkan sunnah ini. Mereka menyegerakan berbuka puasa dengan makanan yang  paling menarik menurut hatinya, serta makan dan minum sehingga kekenyangan lalu melewatkan sholat maghrib. Padahal Rasulullah makan dengan beberapa biji kurma, kemudian bersolat. Apabila Rasulullah s.a.w terasa lapar, Rasulullah s.a.w makan setelah melakkan shalat maghrib.


Hadirin Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Keempat, Rasulullah menganjurkan untuk Tidur Qailullah

Nabi s.a.w mengajarkan kepada kita agar sentiasa segar ketika berpuasa di siang hari dan bersemangat melakukan amal ibadat di malamnya. Antara kaedah yang diajar oleh Rasulullah s.a.w adalah dengan tidur sebentar sebelum sholat Juhur, atau setelah shalat Juhur dan bangun sebelum shalat ashar, perbuatan itu dinamakan dengan Qailullah. Ini untuk memudahkan kita bangun di waktu malam mengerjakan amal ibadat.
Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
اسْتَعِينُوا بِطَعَامِ السَّحَرِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ وَبِالْقَيْلُولَةِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ

Dari Ibnu Abbas r.a bahawa Nabi s.a.w telah bersabda; Carilah kekuatan melalui sahur untuk puasa keesokan hari dan melalui Qailulah untuk mendirikan ibadah (shalat) malam.
            Jadi disini kita di anjurkan untuk Qoilullah sekedar untuk menjaga kesegaran tubuh, dan mempersiapkan diri kita untuk ibadah pada malam harinya. Tapi bukan untuk menghabiskan waktu siangnya dengan tidur sepanjang hari dan hanya bangun untuk berbuka puasa. Berpuasa bukanlah bulan tidur kerana keletihan. Puasa adalah bulan untuk melakukan seberapa banyak amalan ibadah kerana pada bulan ini pahala dilipatgandakan.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Kelima, Dianjurkan untuk Menjaga Lidah

Terlalu rugi jika kita berpuasa, tetapi tidak mendapat sedikitpun pahala dari amalan tersebut. Akibatnya, kita hanya mendapat lapar dan dahaga. Antara faktor yang membuat kita rugi tersebut adalah kerana tidak menjaga lidah. Mengumpat, mencaci, mengeluarkan kata-kata kesat dan lucah, mengadu domba, banyak bercakap, berbohong, dan bentuk kemaksiatan lainya ketika berpuasa.
            Umumnya perbuatan ini adalah perbuatan haram untuk dilakukan walaupun bukan pada bulan Ramadhan. Rasulullah s.a.w bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Tabarani: 
            “Banyak orang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga dan banyak orang beribadah malam tetapi hanya mendapatkan mengantuk
            Rasulullah s.a.w juga bersabda dalam sebuah hadith Riwayat Bukhari:

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Apabila seseorang dari kamu berada dalam hari puasa, maka janganlah ia memaki dan mengherdik orang lain. Apabila ia dicela atau dimusuhi, hendaklah ia berkata "Saya berpuasa".

Keenam, dianjurkan untuk Memberi Makan Orang Yang Berpuasa

Selanjutnya Rasulullah SAW menganjurkan kita pula seyogyanya bagi yang mampu berkenan mengajak orang berbuka bersama, yang nilainya cukupnya tinggi. Sebagaimana dalam Hadits Rasulullah SAW.
Barang siapa mengajak berbuka orang yang berpuasa, baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa” (HR. Ahmad dan Turmuzi)

Ketujuh, dianjurkan untuk Berdoa Sebelum Berbuka Puasa

Nabi Muhammad s.a.w menganjurkan kita berdoa ketika menunggu waktu berbuka puasa. Rasulullah s.a.w bersabda seperti yang dilaporkan Tirmidzi, Ibn Majah dan Ibn Hibban:

إبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :ثلاثه لاترد دعوتهم : الأمام العادل , والصائم حتى يفطر , ودعوة المظلوم
...
Tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka: Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, dan doa mereka yang dizalimi...

Rasulullah s.a.w juga mengajarkan cara berdoa ketika berbuka puasa.

Ya Allah karena mengharapkan keridaanmulah saya berrpuasa dan atas rizkimulah saya berbuka. Dahaga sudah lenyap dan urat-urat sudah sampai basah sedangkan pahalanyapun tetap diperoleh jika dikehendaki oleh Allah”.
            Kemudian di saat berbuka , hendaknya kita menjaga jangan sampai terlalu kenyang, sebab dapat merusak pencernaan dan kesehatan, serta dapat pula membawa kemalasan untuk beribadah, seperti shalat tarawih dan bentuk ibadah lainnya.
            Mari kita menunaikan ibadah puasa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw sebagai suritauladan kita, dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin,
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
 عِبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Poskan Komentar

Google+ Badge