ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH ...

Daftar Isi My Blog

21.5.10

MENINGKATKAN KEIMANAN DENGAN MENGINGAT MATI



Di mesjid Bakti Sekayu, 20 Februari 2009


الحمدلله الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحق، بشيرا ونذيرا ورحمة لسائر العالم، اشهد ان لأ اله الا الله وحده لاشريك له الملك العلام، واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الأنام،  اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه صلاة وسلاما دآئمين متلازمين على ممر الدهور والأيام. اما بعد فيا ايها الناس اتقوا الله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون، اتقوا الله ايها الناس حق تقواه فان الجنة اعدت للمـتـقـين.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah;

Marilah kita memanjatkan puji syukur kita kepada Allah atas segala rahmat, nikmat dan karunia yang diberikan-Nya kepada kita, wabilkhusus nikmat iman dan Islam serta kesehatan dan kesempatan sehingga saat ini kita sudah berada di masjid ini guna menunaikan titah Allah SWT, semoga kiranya kita senantiasa dapat memanfaatkan umur yang ada untuk beribadah dan berbakti kepada Allah swt serta berbuat baik kepada seluruh hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya, semoga kita senantiasa diberi kemudahan untuk mengikuti sunnah-2nya sebagai panduan hidup mencapai ketenteraman hidup kita di dunia dan akhirat kelak.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah;

Allah swt berfirman :
وتزودوا فان خير الزاد التقوى (البقرة: 197).
 (Persiapkanlah bekalmu, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.
   Al-Baqarah: 197).

Senantiasalah perhatikan persiapan dan bekal kita menuju alam yang abadi, akhirat, yaitu ketaqwaan kita kepada Allah.
Saudara sekalian, satu bulan 20 hari kita sudah berada di tahun 2009, baru saja kita melewati dan meninggalkan tahun 2008, tiada terasa umur kita bertambah 1 tahun, dan itu juga berarti umur kita berkurang 1 tahun dari jatahnya. Apabila kita renungkan putaran waktu yang telah kita lalui dari hari ke hari, bulan ke bulan, akhirnya genap satu tahun, banyak peristiwa dan persoalan yang kita alami. Tidak jarang di antara problema kehidupan yang kita hadapi itu ada yang menantang keyakinan dan keimanan kita, apakah hal itu di tempat kerja atau di pasar, atau di tempat lainnya, yang membuat kita harus memilih antara yang hak dan yang batil. Di sinilah kesadaran yang disinari iman akan menuntun kita ke jalan yang lurus.
Dan itulah yang diamanahkan dalam firman Allah swt yang sering kita baca:

ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
Artinya:
“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasehati menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” (Q.S. Al-‘Ashr ayat 1 – 3)




Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah;
Bila demikian halnya penting dan strategisnya keimanan menjadi basis dan modal hidup seorang muslim, sebetulnya kalau begitu, apakah yang paling kita takutkan hilang dan sirna dalam hidup ini? Hal ini dalam kaitan dengan kepastian bahwa kita akan mati. Tentu beragam jawaban yang mungkin diberikan, sesuai dengan persepsi masing-masing dalam memandang hidup ini. Tapi di atas semua jawaban tersebut, sebenarnya sebagai seorang mukmin, hal yang paling kita khawatirkan adalah, apabila kita mati dalam keadaan tidak beriman. Kenapa? Karena kalau kita mati dalam keadaan tidak beriman, sudah pasti kita akan kekal di dalam neraka selama-lamanya. Na’uzubillah.
KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi, salah seorang kiyai kharismatik di Surabaya, berdasarkan bacaannya, menyimpulkan bahwa ada 3 (tiga) macam perbuatan yang menimbulkan dosa bila dilakukan seseorang, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan ia mati dalam keadaan imannya dicabut dari dadanya.
Pertama, orang yang tidak menyukuri nikmat iman yang ada.
Kedua, orang yang memang dia sendiri tidak takut mati, tidak membawa iman. Tentang ini terkadang kita tidak sadar dalam keseharian kita, karena godaan syetan kita begitu berani bertindak, yang efeknya bisa mencelakakan dan membinasakan orang lain. Padahal jelas aturannya, kalau seorang yang melakukan pembunuhan dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahannam. Dalam al-Qur’an surat al-Nisa: 93 Allah berfirman:
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا (النساء: 93)

Artinya:  Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.
Dari ayat di atas sangat jelas di terangkan mengenai ancaman dan hukuman bagi orang yang sengaja ingin bunuh membunuh antar sesama saudara seimannya, yaitu akan dimasukkan kedalam neraka Jahannam. Hal ini diperkuat oleh sebuah hadits Rasulullah SAW, sebagaimana beliau bersabda:
القاتل والمقتول فى النار.
Artinya: “ Pembunuh dan yang dibunuh akan dimasukkan dineraka.”

Ketiga, orang yang terlalu banyak berbuat zalim (aniaya) kepada sesamanya.
ان الشرك لظلم عظيم.



Hadirin sekalian, dengan ketiga kerangka itu, kita selalu mengadakan evaluasi dan koreksi terhadap diri masing-masing, sudah seberapa jauh dan seberapa sungguh kita dalam berbakti kepada Allah, sebagai realisasi dari pengakuan kita beriman kepada-Nya. Kita mesti khawatir, jangan-jangan kita hanya mengaku-ngaku saja beriman, tetapi dalam pengabdian kepada Allah, kita masih berada pada posisi milih-milih yang kita senangi saja, belum pilihan didasarkan kepada apa dan mana yang disenangi Allah dan Rasul-Nya.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, coba kita amati perilaku keberagamaan kita, apakah kita beribadah baru sebatas kemauan kita saja, atau lebih tegasnya kita beramal yang kita mau dan suka saja? Atau sudah mulai ke tahap semampu kita. Sebab sikap dan perilaku seseorang yang didasari atas  semau kita dan semampu kita itu berbeda perwujudannya.
Sebagai contoh sederhana, misalnya seorang laki-laki yang sehat, kuat dan gagah, sesudah shalat Jum'at ini misalnya, apakah dia tidak mampu duduk sebentar berzikir kepada Allah, beristighfar menyadari dosa-dosanya; atau sejenak merenungkan berapa banyak rahmat Allah yang diterimanya sejak bangun pagi tadi, untuk disyukuri? Apakah misalnya juga dia tidak mampu shalat sunat ba'da Jum'at ? Tentu kalau kita tanya diri masing-masing, pasti kita menjawab bahwa kita sebenarnya mampu melakukannya, tetapi tidak atau belum mau melakukannya?  Kenapa hadirin sekalian???
Di sinilah hadirin sekalian letaknya masalah dan problem kita yang terbesar. Jadi kalau kita mengatakan doa-doa kita tidak dikabulkan Tuhan, boleh jadi kita sendiri tidak mau meraih dan mencapai yang kita doakan itu. Misalnya kita berdoa sapu jagad, "Mohon bahagia di dunia dan di akhirat" tetapi kita sendiri ibarat Kereta Api tidak mengikuti relnya agar bisa selamat dunia akhirat itu.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah;

            Sejalan dengan khutbah ini cobalah sering-sering merenung mengenai kesiapan diri masing-masing dalam menghadapi satu kepastian nanti di akhirat, yang mana hal itu merupakan satu dari enam rukun iman kita. Apakah diri kita ini sudah memiliki bekal yang cukup menghadap Zat yang paling mengasihi kita, yakni Allah SWT?, Ini sesuatu yang ditangisi oleh Sayidina Ali. Sebagaimana dalam salah satu ungkapannya dia berkata:
آااه ه ه .... من قــــــــلة الزاد  وبعد الطريق....
"Alangkah sedikitnya bekal, alangkah panjangnya perjalanan yang harus dilalui.".

Orang sekaliber sayidina Ali menangis menyesali masih kurangnya bekal, padahal siapa Ali itu bila dibandingkan dengan diri-diri kita jamaah sekalian?? Ali itu yang pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak, menantu Rasulullah, babul 'ilmi, pejuang gagah berani..
 
Demikian semoga ada manfaatnya bagi kita semua, amin ya robbal’alamin.

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونَفَعنى واياكُم بما فيه مِنَ الأيَاتِ والذكر الحكيم انه جَوَّادٌ كريمٌ وبالمؤمنين رَؤُوفٌ رحيمٌ.


الخطبة الثانية

الحمدلله حمدا كثيرا كما امر, اشهد ان لإآله الاالله وحده لاشريك له الملكُ الجبَّار, واشهد ان سيدنا محمدَا عبدُه ورسولُه المبعوثُ للناس لِيُنْقِذَهُم  من عذاب النار. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد المختار، وعلى آله واصحابه الأخيار.
        اما بعد فيا عبادالله اتقواالله حقَّ  تُقاته ولا تُشركوا به شيئا ومن يتق الله فجزآؤه الجنة ومن يعصيه فمصيرُه الى النار.
ان الله وملائكته يصلون على النبي يأيها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم وبارك على سيدناومولنا محمد وعلى آله وصحبه  وتابعيه الى يوم الدين   وارحمنا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات. اللهم ما عملنا مما نهـيـتنا عنه فلم نتب منه ولم ترضه ولم تنسه وحلمت علينا بعد قدرتك على عقوبتنا، ودعوتنا الى التوبة منه بعد جراتنا على معصيتك فانا نستغفرك فاغفرلنا يا غفور الرحيم، وما عملنا مما ترضاه ووعدتنا عليه الثواب فنسئلك ان تتقبله منا ولا تقطع رجائنا منك يا كريم. اللهم لا يأتي بالحسنات إلا أنت، ولا يذهب بالسيئات إلا أنت؛ ولا حول ولا قوة إلا بالله، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار؛ والحمدلله رب العالمين.
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر.

14.9.09

Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala

SYUKUR NIKMAT

Oleh: Drs. M.D. Hakim, Bba

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ قَدِيْمِ اْلإِحْسَانِ ذِي الْعَطَاءِ الْوَاسِعِ وَاْلاِمْتِنَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَوْلَدَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمِّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ هُوَ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضِّلُ، وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا. إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ. وَاللهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ شَيْئًا لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ.
Saudara-saudara sidang Jum’at yang berbahagia.
Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan bertatap muka sambil saling mengingatkan, betapa besarnya nikmat-nikmat yang telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya, tidak terkecuali kita yang hadir ditempat yang mulia ini...

Begitu kita bangun pada dini hari, terasa badan jadi bugar, semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar, dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. Sekujur badan terbujur lemas, lena menerawang di alam mimpi, istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar, dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba, berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan, apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini, badan terasa gerah, ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia.
Coba kita simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah, yakni dalam surah Ibrahim ayat 34:
Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”
Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat, nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia .
Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan, bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang telah disediakan oleh Maha Pencipta.
Di dalam udara atau hawa, padanya dijumpai berbagai unsur gas, gas oksigen, nitrogen, hidrogeen, helium, zat lemas, argon, kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas, karena manusia tak mampu membuat gas. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.

Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsur-unsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhluk-makhluk lainnya.
Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut, maka suhu udara gerah, panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana, dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas, tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. Maha Besar Engkau ya Allah .!

Saudara-saudara muslimin yang barbahagia.
Untuk lebih meyakinkan diri kita, apa yang dikemukakan tadi, patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama, bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal, dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan, ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57.600 liter udara, atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57.600 liter udara adalah 11.520 liter oxygen murni seharinya.
Berapa besarkah nilai ekonominya?

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. 40.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. 6.600 per liter.
Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp. 6.600 sama dengan Rp. 760.000,- kalau sebulan nilainya menjadi Rp. 22.800.000,-
Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun, 50 tahun atau 60 tahun rata-rata kita semua yang masih hidup, tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar, rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah, begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan.

Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman, Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya:
Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.”

Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita, keluarga kerabat kita, bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini, masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki, nikmat berkeluarga, nikmat kebahagiaan, nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu.

Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam, kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran, dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata.
Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata, berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan, menghibur orang-orang yang dalam kesedihan, orang yang terkena musibah, membantu mereka yang membutuhkan pertolongan, meyantuni anak-anak yatim dan badan-badan amal lainnya. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk, penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan, ceritakanlah, kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan, ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia.
Realisasi rasa syukur tersebut, bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia, tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta, dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi:
Artinya: “Katakanlah, terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga.”

Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7:
Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan, dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih.”

Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya, Amin Ya Robbal Alamien.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اَلْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ وَأَجَلُّ وَأَعْظَمُ وَأَكْبَرُ
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net